Dua gol telat yang dilesakkan Samuel Eto'o dan Lionel Messi membawa Barcelona menekuk rival abadinya Real Madrid 2-0 pada laga lanjutan La Liga bertajuk derby El Clasico di Stadion Nou Camp, Sabtu (13/12).
Tambahan tiga angka ini membuat Barcelona semakin kokoh di puncak klasemen dengan mengemas 38 angka, unggul delapan poin dari peringkat dua Valencia. Madrid sendiri terpuruk di posisi kelima karena baru mengumpulkan 26 poin.
Kemenangan Barcelona ini juga sekaligus membuat pelatih anyar Madrid Juande Ramos, yang ditunjuk menggantikan Bernd Schuster awal pekan ini, mengawali debutnya bersama Los Merengues di arena La Liga dengan pahit.
Meski demikian, ramuan Ramos sebenarnya cukup ampuh karena Madrid mampu membendung serangan Barcelona hingga menit ke-83 dengan menggunakan strategi permaian keras.
Barcelona seperti biasanya langsung memperagakan permainan menyerang dengan dimotori Xavi Hernandez dan Messi. Laga baru berjalan lima menit aksi individu Messi hampir membuat seisi Nou Camp bergemuruh bila kiper Madrid Iker Casillas tak mampu menghalaunya.
Selang beberapa menit kemudian, Messi kembali menebar ancaman di pertahanan Madrid, namun kali ini tendangan pemain Argentina itu mampu diamankan dengan baik oleh Casillas.
Madrid meski bermain bertahan total juga bukannya tanpa peluang. Serangan balik pasukan Ramos itu beberapa kali kerap merepotkan barisan belakang Barca yang digalang kapten Carles Puyol.
Di menit ke-23, tendangan keras yang dilepaskan gelandang serang Wesley Sneijder hampir mengoyak jala Barcelona bila kiper Victor Valdes tidak tampil prima guna menepisnya.
Dua menit kemudian, Madrid seharusnya dapat membuka keunggulannya karena sayap Royston Drenthe sudah berhadapan langsung dengan Valdes setelah lepas dari hadangan pemain bertahan Barca. Sayangnya pemain asal Belanda ini terburu-buru sehingga tendangannya masih dapat dipatahkan Valdes.
Barcelona kembali mendapat peluang emas pada menit ke-32 melalui aksi individu Thierry Henry yang diteruskan pemain berkebangsaan Prancis itu dengan tendangan dari sudut sempit, namun Casillas dengan baik mampu menggagalkannya.
Di babak kedua Barcelona semakin intensif melancarkan serangan, namun Los Azulgranas kesulitan menembus kokohnya pertahanan Madrid yang menerapkan permainan keras dan pertahanan berlapis.
Guna menambah daya dobrak, pelatih Barcelona Josep Guardiola memasukkan Sergio Busquets guna menggantikan Eidur Gudjohnsen. Masuknya Busquets membuat permainan Barcelona lebih menggigit.
Hasilnya pada menit ke-70, Barcelona mendapat hadiah penalti setelah Busquets dilanggar Michel Salgado di kotak terlarang. Namun Eto'o yang yang dipercaya sebagai algojo gagal menjalankan tugasnya dengan baik setelah tendangannya mampu dibaca Casillas.
Casillas benar-benar menjadi momok bagi Barcelona karena dua menit berselang ia kembali tampil cemerlang dengan mematahkan tendangan keras kaki kanan Eto'o.
Gol yang ditunggu-tunggu publik Nou Camp akhirnya tercipta saat laga tersisa tujuh menit. Tendangan penjuru Xavi yang disundul oleh Puyol langsung disambar Eto'o di mulut gawang dan kali ini kekokohan Casillas berhasil diruntuhkan.
Di masa injury time, Barcelona menggandakan keunggulannya melalui sebuah serangan balik cepat. Henry yang berlari di sayap kanan dengan jeli memberikan umpan kepada Messi yang langsung melepaskan tendangan lob tanpa mampu dijangkau Casillas.
No comments:
Post a Comment